PSIS Semarang Berharap Subisidi dari PT. LIB Ditingkatkan, Semua untuk Pemain

- 3 Agustus 2020, 14:30 WIB
Jonathan Cantillana pemain asing PSIS Semarang. /Semarangku.com/Andri Sanjaya
 
SEMARANGKU - PSIS Semarang berharap subisidi dari PT. Liga Indonesia Baru (PT.LIB) ditingkatkan sesuai keinginan klub peserta Liga 1.
 
Sesuai dengan yang disampaikan pihak PT. LIB dalam manager meeting bersama klub-klub peserta, dijelaskan bahwa besaran subsidi sebesar 800 juta rupiah perbulannya. Nilai tersebut dirasa masih sangat kurang oleh peserta klub Liga 1.
 
CEO PSIS Semarang mengatakan bahwa adanya subsidi tersebut nantinya 100 persen untuk untuk biaya operasional klub karena klib sudah tak memiliki pemasukan dengan adanya pandemi Covid-19.
 
 
 
 
"PSIS Semarang sih berharap lebih. Ada tambahan dari nominal yang sekarang yaitu 800 juta rupiah. Karena tambahan itu akan kami lebihkan untuk kesejahteraan pemain. Jadi bukan untuk manajemen, tapi untuk klub, untuk pemain. Ya kita berharap ditambahilah. Karena kita tidak ada tambahan sama sekali. Kita menggantungkan dari hak komersial itu 100 persen," ungkap Yoyok Sukawi.
 
Terkait mengenai pemasukan klub, dikatakan Yoyok, pihak PSIS Semarang mengalami potensi kehilangan pemasukan sebesar 20 miliar rupiah karena adanya pandemi Corona.
 
Pada saat masa normal, biasanya manajemen Laskar Mahesa Jenar mendapat pemasukan dari penjualan tiket penonton saat pertandingan, penjualan jersey, dan sponsor.
 
 
Baca Juga: Sebut Piramida Dibuat oleh Alien, Elon Musk Langsung Diundang ke Mesir
 
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Beli Hypercar Bugatti Centodieci, Hanya Ada 10 Unit di Dunia
 
"Kalau saat situasi normal kita bisa jualan tiket, bisa jualan jersey, bisa mengajak kerjasama pihak ketiga, kerjasama dengan sponsor. Sekarang kan tidak bisa semua. Kalau ditanya idealnya berapa, tidak ada yang ideal, karena kita kehilangan pemasukan potensi 20 miliar. Nah memangnya PT. Liga mampu untuk membayar," kata Yoyok Sukawi. ***
 
 

Editor: Heru Fajar


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X