Korban Selamat Pasca Peristiwa Penembakan KKB di Papua Berikan Kesaksian, Begini Ceritanya

11 April 2021, 16:50 WIB
Ilustrasi penembakan oleh KKB di Papua /Facebook The TPNPB News
 
SEMARANGKU - Korban selamat dari penembakan di Papua yang seorang pengajar ikut bercerita tentang peristiwa penembakan oleh KKB tersebut.
 
Ditengah acara pemakaman guru SMPN 1 Yonatan Renden saksi utama sekaligus korban selamat pasca peristiwa penembakan brutal KKB di wilayah Beoga pada Jum'at, 9 April 2021, Junaidi Arung Salele menyampaikan kesaksiannya. 
 
Sebelum mulai menceritakan kesaksiannya, Junaedi Arung Sulele, Kepala Sekolah SMPN1 Beoga Kabupaten Puncak Papua menyampaikan rasa dukanya yang mendalam atas berpulangnya korban pasca peristiwa penembakan oleh KKB yaitu Oktavianus Rayo dan Yonathan Renden. 
 
Informasi sebelumnya yang menyatakan bahwa Junaidi diculik tidak sepenuhnya benar. 
 
Baca Juga: Ikatan Cinta 11 April 2021: Nino Cuma Bisa Melongo Saat Disemprot Aldebaran Dengan Bukti Sandiwara Elsa
 
Baca Juga: Innalillah, Lia Eden Meninggal Dunia, Simak Jejak Perjuangan Hingga Dipenjara Dua Kali
 
Baca Juga: Terduga Teroris FA Bukan Pengurus Muhammadiyah, Ini Penjelasan Polri
 
Baca Juga: DPRD Mimika Kutuk Teror KKB Ancam Keselamatan Guru, Daud Bunga: Pelanggaran HAM!
 
Saat terjadi penembakan yang dilakukan oleh KKB, Junaidi menyelamatkan diri dengan  bersembunyi di salah satu rumah warga. 
 
Baru ketika aparat TNI-POLRI yang mengevakuasi jenazah lewat didekat tempat persembunyiannya, Junaidi keluar keluar dari persembunyiannya dan ikut bersama aparat TNI-Polri mengamankan diri di Koramil.
 
Dalam acara layatan tersebut, Junaidi menjelaskan kepada awak media, situasi yang mencekam saat peristiwa penembakan oleh KKB yang terjadi pada Jumat, 9 April 2021.
 
"Sebelum ada kejadian, hingga kami semua turun, situasi sudah kembali kondusif sehingga kami memutuskan untuk kembali ke Beoga," kata Junaidi mengawali kesaksiannya. 
 
Baca Juga: Kesaksian Kepala Sekolah SMPN1 Beoga Papua yang Selamat dari Teror Penembakan Brutal KKB
 
Baca Juga: Kode Redeem PUBG Update 11 April 2021 yang Bisa Ditukar dengan Hadiah
 
Baca Juga: Jateng Jadi Provinsi Pertama Program Percontohan Seleksi Paskibraka Nasional 2021
 
"Selama ini situasi aman-aman saja, aparat keamanan dari koramil, Polsek dan satgas TNI-Polri selama ini memang sudah berjaga di Beoga," ungkapnya. 
 
"Puji tuhan saya masih lolos, saat penembakan saya tidak lihat orang, ketika bunyi tembakan saya lari ke arah kanan, Sdr. Yonatan Renden (28) ke kiri, korban sudah kena 2 kali tembakan di dada tapi masih sempat lari kemudian rubuh," tambahnya. 
 
"Kalau korban pertama, saya tidak di TKP, lokasi saya jauh dari situ. Lokasi korban pertama itu di SMPN 1 Beoga, korban itu guru SD Klemabeth, tetapi karena istrinya mengajar di SMP mereka tinggal di perumahan guru SMPN 1 Beoga. Saat penembakan korban pertama Sdr. Oktovianus Rayo(40) dia di kepung KKB," lanjutnya. 
 
Kedua korban itu merupakan guru kontrak, Oktavianus sudah 10 tahun menjadi guru kontrak, sedangkan Yonathan 2 tahun, kedua korban ini sudah berkeluarga Sdr. Oktavianus bersama tinggal di Beoga, sedangkan Yonatan Anak istrinya di Toraja. 
Total ada 11 orang guru pendatang, sebagian mengungsi di Koramil" 
 
Baca Juga: Resmikan Gedung Ponpes Salafiyah Tajul Falah Banten, Kapolri Temu Kangen dengan Ulama Banten
 
Baca Juga: Peluang Kerja di Korea Selatan Jadi Primadona Pekerja Migran Indonesia, Gajinya Rp30 Juta per Bulan
 
"Informasi yang saya terima yang dibakar adalah perumahan guru dan 1 gedung sekolah SMA," kata Junaidi. 
 
Dijelaskan oleh Junaidi bahwa tidak banyak pendatang di wilayah Beoga, hanya para guru saja. 
 
"Selama ini kami Guru pendatang dekat dengan Masyarakat asli Kab. Puncak." 
 
"Pasca penembakan, situasi di atas saat ini masih siaga. Aparat TNI-POLRI berjaga disekitar kampung Beoga," terang Junaidi.***
Editor: Heru Fajar

Tags

Terkini

Terpopuler