Kartun Nabi Muhammad di Prancis Picu Keributan Dunia, PBB Justru Beri Peringatan Ini!

- 30 Oktober 2020, 07:17 WIB
Miguel Angel Moratinos, Kepala Alliance of Civilizations PBB.*/Dok. UNAOC/
Miguel Angel Moratinos, Kepala Alliance of Civilizations PBB.*/Dok. UNAOC/ /

SEMARANGKU – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merespon penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh sebuah majalah mingguan di Prancis, Charlie Hebdo yang memicu ketegangan dan keributan.

Respon tersebut disampaikan oleh Perwakilan Tinggi PBB untuk Aliansi Peradaban, Miguel Angel Moratinos dalam sebuah kesempatan.

Moratinos menyerukan agar semua orang dapat bersikap menghormati setiap agama dan kepercayaan demi memajukan perdamaian.

Baca Juga: Emmanuel Macron Presiden Prancis Berani Hina Islam, Ternyata Istinya Bukan Orang Biasa, Ini Faktanya

Baca Juga: Kuota Internet Gratis Kemdikbud Belum Cair ke HP-mu? Cek Dulu Syarat Penerimanya di Sini

Moratinos juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas meningkatnya pertikaian dan sikap intoleransi akibat karikatur terbitan majalah mingguan di Prancis tersebut.

“Karikatur yang menghasut juga telah memprovokasi tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersalah, yang diserang karena agama, kepercayaan atau etnis mereka,” sebut Moratinos.

Dikutip SEMARANGKU dari Antara News pada Kamis, 29 Oktober 2020, Moratinos menekankan keyakinan agama dan prinsip agama merupakan hal yang harus dihormati sepenuhnnya dalam kebebasan berekspresi.

Baca Juga: Terakhir Hari Ini! Berikut Cara Dapat Kuota Internet Gratis Kemdikbud di Indosat, Yuk Klaim

Baca Juga: Cara Mengatasi NIK Tidak Terdaftar eform.bri.co.id/bpum Penerima BPUM UMKM Melalui BRI

Sebelumnya, ketegangan dipicu oleh pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang menggambarkan islam sebagai “agama dalam krisis” serta mengeluarkan pengumuman terkait rencana undang-undang lebih keras untuk mengontrol “separatism islam” di Prancis.

Macron juga membela karikatur terbitan Hebdo tersebut dengan menyampaikan bahwa Prancis “tidak akan menghentikan kartun kami”. Hal ini memicu kemarahan ummat muslim di berbagai negara.

Pada 16 Oktober 2020, ketegangan semakin meningkat akibat peristiwa pemenggalan kepala seorang guru sekolah menengah, Samuel Party di pinggiran kota Paris.

Baca Juga: ShopeePay Kembali dengan Merchant Baru untuk Kamu Nikmati Minggu Ini!

Baca Juga: NIK Tak Terdaftar Penerima BPUM UMKM? Bisa Cair Rp2,4 Juta Jika Tunjukkan Surat Ini ke Bank BRI

Party dipenggal setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad dalam salah satu kelasnya saat pembelajaran tentang kebebasan berekspresi.

Pelaku pemenggalan, Abdullah Anzorov yang merupakan pria berusia 18 tahun asal Checnya tewas akibat tertembak polisi.

Beberapa negara seperti Iran, Pakistan, Turki mengekspresikan kemarahan dengan cara yang lebih berdampak terhadap ekonomi Prancis, yakni dengan menyerukan biokot terhadap produk-produk yang berasal dari Prancis.***

Editor: Risco Ferdian

Sumber: Antara News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah