Rumah Angker Desa Sidomulyo buat Karantina Pemudik, Ganjar Pranowo: Kalau Siang Bagus Malam Medheni

- 11 Mei 2021, 18:45 WIB
Ganjar Pranowo meninjau umah Angker Desa Sidomulyo Untuk Karantina Pemudik
Ganjar Pranowo meninjau umah Angker Desa Sidomulyo Untuk Karantina Pemudik /Dok Humas Prov Jateng
 
SEMARANGKU - Rumah angker Desa Sidomulyo Boyolali untuk karantina pemudik
 
Desa Sidomulyo Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali mendadak viral di media sosial karena pemudik di karantina di rumah angker
 
Bagaimana tidak, para pemudik yang nekat pulang kampung, akan dikarantina di rumah angker yang ada di Desa Sidomulyo tersebut.
 
Kabar tersebut cukup menarik perhatian banyak pihak, termasuk salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 
 
 
Saat mengecek posko penyekatan arus mudik di Salatiga, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyempatkan diri mampir ke desa Sidomulyo
 
Kepala Desa Sidomulyo, Moh Sawali menerangkan, tempat angker itu sengaja disiapkan untuk karantina bagi pemudik yang nekat pulang tanpa membawa surat kelengkapan. 
 
Mereka para pemudik yang tiba di desa Sidomulyo tanpa surat kelengkapan, langsung dikarantina di tempat itu selama enam hari.
 
Ganjar Pranowo di rumah Angker Desa Sidomulyo Untuk Karantina Pemudik
Ganjar Pranowo di rumah Angker Desa Sidomulyo Untuk Karantina Pemudik
 
"Kemarin ada dua orang yang kami karantina. Kami munculkan ke media dan benar-benar menimbulkan efek jera," kata Kades Moh Sawali.
 
Kades Moh Sawali menerangkan, biasanya kalau pada saat lebaran ada sekitar 500 lebih warganya yang mudik ke desa Sidomulyo
 
Namun setelah ada larangan dan adanya karantina di rumah angker itu, jumlah pemudik menurun secara drastis hingga tak lebih dari 25 orang.
 
"Biasanya rame, ada 500 an orang. Sekarang tidak lebih dari 25. Jadi efek jeranya terasa. Disini memang tempatnya terkenal angker, wingit kalau masyarakat menyebutnya. Jadi kalau lewat saja sudah merinding," pungkasnya.
 
 
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo  mengapresiasi ide Moh Sawali yang sangat kreatif. 
 
Menurutnya, cara itu bisa mengedukasi masyarakat sekaligus memberikan efek jera bagi pemudik.
 
"Bagus ya, Solo punya tempat karantina bagi pemudik, Banyumas punya dan disini juga ada. Tapi ini Kadesnya kreatif, pokoknya yang ngeyel mudik dikarantina di rumah angker ini selama enam hari. Kan ngeri, membuat orang takut pulang kampung," ucapnya.
 
Cara tersebut lanjut Ganjar bisa mengedukasi masyarakat untuk tidak mudik. 
 
Selain itu, juga bisa mengontrol masyarakat agar sehat dan tidak terjadi penyebaran virus covid-19 di desa.
 
"Jadi tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga semua masyarakat agar tetap sehat. Sebenarnya saya ingin ngobrol sama yang dikarantina, pengen tahu perasannya. Tapi ternyata sudah enam hari dan pulang," ucapnya. 
 
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo  mengapresiasi ide Moh Sawali yang sangat kreatif. 
 
 
Menurutnya, cara itu bisa mengedukasi masyarakat sekaligus memberikan efek jera bagi pemudik.
 
Sayang saat Ganjar datang, para pemudik yang sebelumnya dikarantina, sudah pulang ke rumahnya.
 
"Katanya ada pemudik yang dikarantina? Sudah pulang to? Wah ini sih serem sekali, kalau siang bagus, tapi kalau malam medheni (menakutkan)," katanya.
 
Ini kalau malam gelap ndak. Kalau gelap, ndak bakal bisa tidur to," tanya Ganjar lagi.
 
Rumah karantina Desa Sidomulyo itu memang terlihat cukup menyeramkan. 
 
Bangunan kecil yang sebenarnya mushala kecil itu terletak di tengah hutan, yang berjarak lebih dari 300 meter dari pemukiman.
 
Lokasinya dikelilingi rerimbunan semak dan pohon-pohon besar. 
Di depan bangunan itu, terdapat sendang tua yang dikelilingi pohon-pohon beringin. 
 
Cerita tentang sendang dan adanya petilasan di tempat itu, menambah suasana seram. 
 
Sejumlah batu-batu berukir seperti peninggalan candi juga membuat tempat itu dikeramatkan.
 
Rumah angker Desa Sidomulyo Boyolali, dijadikan rumah untuk karantina pemudik. ***
 

Editor: Heru Fajar


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X