Isuzu Sambut Era Elektrifikasi Kendaraan Bermotor di Indonesia dengan Isuzu Elf EV

19 Agustus 2022, 19:05 WIB
Isuzu Sambut Era Elektrifikasi Kendaraan Bermotor di Indonesia dengan Isuzu Elf EV // Dok Isuzu GIIAS

SEMARANGKU - Isuzu Elf EV telah siap sambut era elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia atau EV.

Kendaraan niaga truk Isuzu Elf EV sudah dipersiapkan sebagai kendaraan listrik atau EV milik Isuzu.

Di GIIAS 2022 truk Isuzu Elf EV sudah dipamerkan sebagai kesiapan Isuzu menyongsong era mobil listrik di Indonesia.

Kendaraan elektrik atau mobil listri EV merupakan jawaban untuk transportasi pada masa depan.

Baca Juga: Isuzu Serahkan 1 Unit Mobil Operasional Kepada Bank Sampah Latanza di GIIAS 2022

Saat ini di dunia memiliki 2 permasalah besar, yaitu ketersediaan sumber daya mineral dan pemanasam global. Permasalahan ini memaksa untuk  seluruh pihak mencari alternatif energi serta melakukan penurunan pemanasan global demi kelangsungan hidup generasi selanjutnya.

Salah satu industri yang memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi sumber daya mineral dan kontribusi pemanasan global adalah industri otomotif.

Pada saat ini negara-negara seperti Uni Eropa, China, Jepang, dan US mulai mengembangkan kendaraan berbasis listrik sebagai alternatif pengganti sumber daya mineral yang notabenenya tidak terbarukan.

Baca Juga: Download Lagu dan Video Dari YouTube Akan Semakin Mudah Jika Gunakan Situs Y2mate, Cukup Copy dan Download!

Sesuai dengan kesepakatan Paris, mengenai pemanasan global, maka seluruh negara memiliki komitmen yang sama untuk mencapai net zero emission

Presiden Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Eisaku Akazawa mengatakan, bahwa Indonesia sendiri memiliki goal mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat, dan di mana sektor otomotif memberikan sumbangan emisi sebesar 26%.

Pemerintah Indonesia sendiri, di bawah kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang berfokus pada pengembangan kendaraan berbasis listrik guna mendukung upaya pengurangan emisi karbon, hal ini juga memberikan peluang baru terhadap ekonomi dan hilirisasi sumber daya alam.

“PT Isuzu Astra Motor Indonesia selaku agen tunggal pemegang merek Isuzu di Indonesia mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pengurangan emisi karbon dan juga mempeluas pengenalan kendaraan elektrik (EV) sebagai salah satu kunci mobilitas massal di masa depan,” ujar Akazawa.

Pada kesempatan kali ini, Isuzu Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2022 menampilkan prototype truk Isuzu Elf EV yang sedang dikembangkan oleh Isuzu Jepang.

“Dan pada kesempatan yang langka ini, Isuzu mengajak seluruh stakeholder untuk dapat saling memberikan info dan berdiskusi dengan harapan dapat menangkap kebutuhan dan karakteristik yang sesuai dengan pasar Indonesia dan tentunya sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia,” tutur Akazawa.

Harapan kedepannya, Isuzu dapat mengembangkan produk yang akan menjadi solusi optimal bagi customer Indonesia, khususnya untuk kendaraan komersial.

Prototype ELF EV ini dihadirkan untuk melihat respon masyarakat Indonesia terlebih dahulu terhadap produk tersebut sebelum diluncurkan di Indonesia.

"Kami ingin tahu respons masyarakat dan pengusaha di Indonesia terhadap produk Isuzu Elf EV. Kami juga ingin mengetahui kebutuhan konsumen itu seperti apa,” tutur dia.

Spesifikasi Detail Isuzu ELF EV yang Dipamerkan di GIIAS 2022

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menghadirkan kendaraan listrik prototype ELF EV sedang dikembangkan di Jepang, dan tentunya juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter jalan hingga konsumen di Indonesia.

Isuzu ELF EV ini memiliki GVW sebesar 7,1 ton dengan baterai jenis EP400 dengan kapasitas 40 kWh yang memiliki tenaga 110 Kw dan torsi maksimum 305 Nm. Model pengecasannya, yaitu Rapid Charging atau CHAdeMO Ver1.2.

Sistem kerjanya, ketika kendaraan berjalan maka daya listrik akan disuplai ke roda. Tenaga listrik yang dikirim diubah menjadi penggerak tenaga yang bisa menggerakan kendaraan tersebut. Selanjutnya, ketika kendaraan melakukan deselerasi maka baterai otomatis akan terisi kembali. 

Proses pengisian daya pada baterai bisa dengan cara normal dan fast charging. Apabila menggunakan metode normal maka membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 10 jam, sedangkan untuk fast charging hanya sekitar 30 menit. ***

Editor: Heru Fajar

Tags

Terkini

Terpopuler