Ada Sisi Kelembutan di Balik Kegarangan si Leher Beton, Mike Tyson

8 Juni 2020, 18:00 WIB
Mike Tyson Legendaris Petinju Kelas Berat Dunia /Pikiran Rakyat/.*(foto Pikiran Rakyat)

SEMARANGKU – Siapa yang tidak kenal dengan petinju legendaris Mike Tyson. Petinju dengan julukan si Leher Beton ini baru-baru ini mengungkapkan kisah haru dan inspiratif lewat media sosialnya.

Mike Tyson sendiri meski sudah tidak pernah lagi melakukan pertandingan tinju namun masih terus berlatih secara rutin. Selain untuk kebugaran fisik dia juga akan berencana kembali lagi ke ring tinju suatu saat nanti.

Tyson juga sering memperlihatkan video latihannya di sasana tinju lewat media sosial baik Facebook maupun Instagram. Bangkitnya kehidupan Mike tyson ini dimulai dari beberapa tahun terakhir setelah sempat dinyatakan bangkrut dan pernah juga masuk penjara karena kasus lamanya.

 Baca Juga: Kiara Fontanesi Emak-Emak Hebat, Habis Beranak Langsung Balapan

Kini dia merintis usaha untuk kehidupan barunya. Usaha yang mulai dia kembangkan adalah dengan memiliki kebun Ganja untuk kegunaan medis. Memang bisnis ini diperbolehkan dan legal dibeberapa negara bagian di AS. Bisnis yang menjanjikan ini sudah ia lakukan beberapa tahun terakhir dan sudah memberikan hasil yang bagus buat perekonomian dirinya.

Namun akhir-akhir ini Mike Tyson justru membuat postingan yang sangat mengharukan. Si leher beton mendadak melankolis gara-gara menemukan foto ibunya untuk pertama kalinya sejak ia meninggal saat Mike Tyson berumur 16 tahun.

Melalui akun resmi instagramnya, Tyson menjelaskan bahwa foto tersebut diambil di tahun 1947.

Artikel ini sudah pernah tayang di Seputar Tangsel dengan judul  Siapkan Tisu, Mike Tyson Temukan Foto Ibunya yang Masih Berusia 20 Tahun untuk Pertama Kalinya!

Baca Juga: Ini Dia Daftar 10 Pembalap MotoGP yang Paling Banyak Menang

"Ibuku di tahun 1947. Aku baru saja melihat foto ini untuk pertama kalinya hari ini. Dia masih berusia 20 tahun kala itu. Ibuku tumbuh besar dengan mengenal Malcolm X, Miles Davis (musisi Jazz), dan Harlem Globetrotters," tulis @miketyson di Instagram, Minggu 7 Juni 2020.

Nama-nama yang disebut Tyson adalah ikon-ikon masa lalu. Malcolm X adalah pejuang kesetaraan kaum kulit hitam. Dan Miles Davis adalah musisi jazz kulit hitam kelahiran tahun 1926.

Sedang Harlem Globetrotters adalah tim bola basket yang lahir tahun 1927. Tim ini menggabungkan olahraga dan komedi menjadi satu hiburan olahraga yang paling terkenal di masanya.

 Baca Juga: Ganjar Pranowo Susun Norma Baru Untuk Pedoman New Normal di Jateng

Di dalam foto tersebut, terlihat sang ibu yang tampak cantik sedang mengenakan setelan jas lengkap dengan topi seperti yang biasa digunakan oleh seniman. Tyson pun mengungkapkan kalau ibunya yang bernama Lorna Smith itu merupakan seorang penata busana berkelas.

Tak heran apabila di kemudian hari, anak yang keluar dari rahim Lorna juga mencintai pakaian, terlepas dari kecintaan Tyson terhadap tinju. Bagaimanapun juga, Tyson mengaku tidak terlalu mengenal ibunya.

"Aku tidak tahu apapun tentang ibu. Ketika dia masih hidup, dia tidak pernah memberitahuku apa-apa. Selama ini aku baru mengenal ibu ku dari cerita ayah ku. Aku bangga menjadi anak dari Lorna May Smith," lanjut Tyson.

Baca Juga: Dorna Umumkan Tata Cara Balap MotoGP Seri Jerez di Masa Covid-19

Ibunya tidak pernah bangga terhadap Tyson

Tyson sendiri tidak dapat memungkiri bahwa ia begitu menyayangi ibunya.

Melansir Bleacher Report, Tyson sudah ditinggal pergi ayahnya sejak masih berusia 2 tahun. Sejak itu, Lorna Smith Tyson mengurus semua anaknya sendirian.

Sayangnya, ketika Tyson berusia 16 tahun, ibunya tewas. Tidak lama kemudian, saudara perempuan Tyson turut menyusul ibunya ke pelukan Tuhan.

Praktis, kehilangan seluruh anggota keluarganya dalam sekejap membuatnya merasa sakit hati.

 Baca Juga: Ulama Malaysia Dianggap Menghina Budaya Jawa Setelah Menonton Lathi

Tyson juga menyesal bahwa ketika ibunya masih hidup, ibunya tidak pernah bangga terhadap Tyson. Hal ini tak lepas dari kenakalan yang dilakukan oleh Tyson sejak kecil.

"Aku tidak pernah melihat ibu ku bahagia atau bangga terhadapku. Dia hanya tahu kalau aku adalah anak liar yang sering lari-larian di jalanan, dan kemudian pulang dengan memakai baju baru. Tentu dia tahu bahwa baju baru yang aku pakai merupakan hasil curian. Aku tidak pernah punya kesempatan untuk berbicara dengannya," sesal pria berusia 53 tahun ini.

Sejak kematian ibunya, kebandelan Tyson semakin menjadi. Semasa kecilnya, Tyson sudah pernah tertangkap di usianya yang baru 13 tahun. Hal itu terus berlanjut sehingga total Tyson tertangkap polisi sebanyak 38 kali.

 Baca Juga: Berikut Rilis Resmi dan Data Korban Kecelakaan Helikopter Penerbad

Namun, karena perkelahian yang sering dia lakukan di jalanan, justru menjadi cikal bakal dari kemampuan hebatnya dalam meninju orang.

Buktinya di umur ke-20, Tyson berhasil menjadi petinju termuda yang menjadi juara dunia tinju kelas berat. Boleh saja 'Si Leher Beton' ini memiliki masa lalu yang kelam, tapi kita tidak bisa menolak fakta bahwa dia adalah salah satu petinju paling berkelas dalam sejarah. ** (Adhyasta Dirgantara/Seputartangsel.com)

Editor: Heru Fajar

Sumber: Seputar Tangsel

Tags

Terkini

Terpopuler