Amerika Serikat Jatuhkan Hukuman kepada Perusahaan China karena Kasus Penindasan Muslim Uighur

17 Desember 2021, 15:00 WIB
Joe biden. Amerika Serikat Jatuhkan Hukuman kepada Perusahaan China karena Kasus Penindasan Muslim Uighur /REUTERS/Leah Millis

SEMARANGKU - Pemerintah Biden, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi perdagangan pada beberapa perusahaan China.

Amerika Serikat sendiri menjatuhkan sanksi tersebut dengan alasan keamanan nasional.

Tak hanya itu, Amerika Serikat juga menjatuhkan hukuman karena penindasan China terhadap penduduk minoritas Muslim Uighur.

Departemen Perdagangan AS mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka memasukkan daftar hitam sejumlah perusahaan teknologi China.

Amerika Serikat juga menuduh bahwa pemerintah di China memajukkan pengawasan teknologi tinggi terhadap Muslim Uighur.

Sanksi itu melarang perusahaan-perusahaan yang terdaftar untuk berdagang atau bertukar produk dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Rusia Berniat Invansi Ukraina, Amerika Serikat Berikan Peringatan Tegas Tentang 'Biaya yang Harus Dibayar'

“Pengejaran ilmiah bioteknologi dan inovasi medis dapat menyelamatkan nyawa. Sayangnya, [Republik Rakyat China] memilih untuk menggunakan teknologi ini untuk mengejar kontrol atas rakyatnya dan penindasannya terhadap anggota kelompok etnis dan agama minoritas, ”kata Menteri Perdagangan Gina Raimondo dalam sebuah pernyataan dikutip dari Al Jazeera.

Sementara itu, Pakar dan kelompok hak asasi PBB memperkirakan lebih dari satu juta orang, terutama Uighur dan anggota minoritas Muslim lainnya, telah dipenjara dalam beberapa tahun terakhir di sistem kamp yang luas di Xinjiang.

Baca Juga: Dianggap Bertindak Sembrono, China Mulai Peringatkan AS untuk Tidak Macam-macam dan Ancam Akan Serang Balik

Namun China sendiri menyangkal akan pelanggaran dan tuduhan yang mereka hadapi.

Kelompok hak asasi manusia telah menceritakan pengawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap orang-orang Uighur, termasuk melacak dengan DNA dan operasi kecerdasan buatan untuk mengenali dan memantau wajah.

Kelompok hak asasi manusia telah menceritakan pengawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap orang-orang Uighur, termasuk melacak dengan DNA dan operasi kecerdasan buatan untuk mengenali dan memantau wajah.

Sementara itu, Kongres mengajukan undang-undang baru yang bertujuan memberi pemerintahan Biden lebih banyak alat ekonomi untuk menghukum China atas perlakuannya terhadap Uighur.***

Editor: Ajeng Putri Atika

Tags

Terkini

Terpopuler