Kenapa Ruang Angkasa Gelap Gulita, Ini Penjelasan Singkatnya

- 13 Juli 2020, 18:30 WIB
Pesawat ruang angkasa Starship. /Instagram @Spacex/

SEMARANGKU - Jika tak suka bangun pagi, mungkin kamu akan suka tinggal di Bulan atau ruang angkasa!

Kalau kebutuhan menghirup oksigen bisa dikesampingkan, melihat langit malam selama 24 jam sepertinya menggoda! Tapi kenapa ada banyak cahaya di Bumi, tapi semuanya hilang begitu kita meninggalkan Bumi?  

Mungkin kamu berpikir terang pada siang hari dan gelap pada malam hari disebabkan oleh rotasi bumi dan matahari hanya menyinari salah satu belahan bumi.

Baca Juga: Pesawat Ruang Angkasa Dragon Berhasil Docking di Stasiun Luar Angkasa

Itu hanya salah satu faktor, tapi sebenarnya lebih rumit dari itu. Bintang kita juga menyinari bulan, tapi langit di atas selalu tampak hitam.

Ini sebenarnya berkat atmosfer bumi yang melingkupi atmosfer penuh debu gas dan tetesan air yang semuanya bertindak sebagai cermin kecil dan memantulkan cahaya matahari.

Saat mengenai partikel ini cahaya matahari mengalami diffusi dan menghasilkan banyak warna itu sebabnya kita melihat langit yang biru dan warna indah lainnya selama siang hari seperti dikutip dari kanal YouTube Sisi Terang.

Baca Juga: Israel Luncurkan Satelit Ofek 16 untuk Kegiatan Intelejen dan Pengawasan Negara Musuh

Di tempat lain kondisi sangat berbeda, dimana tak ada atmosfer langit akan tampak hitam dan bisa melihat bintang-bintang meski matahari sedang bersinar, meski dipenuhi banyak gas berbeda, luar angkasa tak punya atmosfer bermolekul yang bisa memantulkan cahaya dengan kata lain ruang angkasa itu hampa.

Halaman:

Editor: Heru Fajar

Sumber: SISI TERANG


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X