Semut dan Serangga Jadi Petugas Kebersihan di New York

- 5 Juli 2020, 22:05 WIB
Ilustrasi semut membawa makanan /Jurnal Presisi/(Pixabay)

SEMARANG - Selain sampah plastik, sampah makanan ternyata juga jadi masalah urgent yang dihadapi dunia, termasuk Indonesia.

Asal Anda tahu saja nih, menurut data dari Economist Intelligence Unit di tahun 2016, Indonesia adalah negara dengan penghasil sampah makanan terbesar ke dua di dunia.

Hasil riset menunjukkan kalo setiap orang di Indonesia bisa menghasilkan sampah makanan sampai 300 kg tiap tahunnya.

Baca Juga: Tiga Pemimpin Dunia yang Hidup Sederhana Tak Bergelimang Harta

Sedangkan kalo ditotal, tiap tahunnya ada 13 juta ton sampah makanan yang dihasilkan Indonesia. Sedih ya. Karena faktanya, di sisi lain, masih banyak warga Indonesia yang susah cari makan tiap harinya.

Selain itu, secara global, menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO, tiap tahun, sepertiga dari makanan yang diproduksi di dunia ini terbuang percuma.

Jika kita bisa menyelamatkan setidaknya seperempat dari yang terbuang itu, maka kita bisa memberi makan hampir 900 juta orang yang kelaparan di dunia ini.

Baca Juga: Mantan Pemain PSIS Semarang Jadi Pengawal Presiden, Begini Tanggapan Yoyok Sukawi

Fakta inilah yang menginspirasi Nicole Klaski, seorang pengusaha di Jerman untuk membuka The Good Food, sebuah supermarket yang hanya menjual makanan dan bahan pangan sisa atau buangan yang masih sangat layak dikonsumsi.

Halaman:

Editor: Heru Fajar


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X