Meski di Area Blank Spot dan Pelosok, Kades Sepakung Kreatif dan Bikin Ganjar Pranowo Takjub

- 29 Juli 2020, 17:30 WIB
Ilustrasi internet. /PIkiran Rakyat/Yusuf Wijanarko /

SEMARANGKU - Pembelajaran daring saat pandemi sering menjadi problem masyarakat yang tinggal di area blank spot atau tidak ada signal. Namun di Jawa Tengah, ada contoh desa hebat untuk menyelesaikan persoalan itu.

Desa Sepakung namanya. Desa yang terletak di Kabupaten Semarang ini mampu membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo takjub. Bagaimana tidak, meski terpencil dan tidak ada signal, namun proses belajar mengajar secara daring di desa itu berjalan lancar.

Hal itu karena kepiawaian kepala desanya, Ahmad Nuri. Saat paparan di hadapan Ganjar ketika rapat membahas problematika pembelajaran jarak jauh di Gedung A lantai 2 kantor Pemprov Jateng, Rabu (29/7), Ahmad Nuri menerangkan telah mengoptimalkan dana desa untuk menjadikan desa Sepakung menjadi desa pintar lengkap dengan jaringan internet yang tersedia.

Baca Juga: Sudah Hadir Mesin Cuci Murah dan Portable untuk Anak Kost Hanya 600 Ribuan

Tidak hanya di kantor kelurahan, jaringan internet bahkan sudah masuk ke seluruh wilayah RW di desa itu. Tahun depan, rencananya jaringan internet akan bisa dinikmati di tingkat RT.

"Jadi meskipun area kami susah signal, anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman saat proses belajar daring saat ini. Semua anak-anak di desa kami bisa belajar dengan nyaman, dengan fasilitas internet yang lancar," kata Ahmad Nuri.

Tak tanggung-tanggung, kuota sebesar 30 Mbps disiapkan untuk menjamin kelancaran berselancar masyarakatnya di dunia maya. Dan khusus bagi siswa, pihaknya memperbolehkan mereka mengakses secara cuma-cuma.

Baca Juga: Video Musik Parodi Rain on Me Karya Naomi Watanabe yang Mirip Lady Gaga, Kocak Abis

"Itu dikelola BUMDes pak, jadi sementara yang siswa gratis. Tapi tahun depan kalau sistem daring masih berjalan, kami akan kenakan tarif 50 persen dari tarif biasanya. Kalau biasanya per kepala rumah tangga Rp 50.000 perbulan, maka diminta membayar Rp 25.000 saja," terangnya.

Halaman:

Editor: Heru Fajar


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X