Ganjar Pranowo Kumpulkan Pakar Sosial, Temukan Jurus Jitu Sosialisasi pada Masyarakat

- 27 Juli 2020, 19:38 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo. / Humas Provinsi Jateng /

SEMARANGKU - Di tengah kejenuhan masyarakat terhadap virus Covid-19, banyak yang mulai tidak peduli pada protokol kesehatan. Sehingga di tempat keramaian publik, banyak dijumpai masyarakat yang tidak pakai masker dan berkerumun tanpa rasa takut.

Sadar dengan kondisi yang berbahaya itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung bergerak cepat. Mengumpulkan sejumlah pakar ilmu sosial, Ganjar ingin membuat rekayasa perubahan perilaku sosial masyarakat agar lebih masif dalam ketaatan protokol kesehatan.

Sejumlah pakar ilmu sosial diundang Ganjar dalam rapat penanganan covid-19 di gedung A lantai 2 kantor Pemprov Jateng, Senin (27/7). Diantaranya Prof Mudjahirin Thohir, Prof Saratri Wilonoyudho, Agustina Sulastri dan Annastacia Ediati.

Baca Juga: Kawasan Amerika Latin Tertinggi di Dunia Dalam Kasus Virus Covid-19

Dari pakar tersebut, Ganjar Pranowo mendengarkan sejumlah masukan tentang bagaimana cara agar sosialisasi kepada masyarakat bisa efektif. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan peran tokoh agama dalam sosialisasi itu.

"Banyak masyarakat yang tidak peduli karena berbagai faktor, salah satunya keyakinan bahwa urusan mati itu urusan Tuhan. Jadi, agar lebih efektif adalah penggerakan tokoh-tokoh agama sebagai garda terdepan sosialisasi pada masyarakat," kata Prof Mudjahirin.

Sementara psikolog Annastasia mengutarakan, banyak orang tidak patuh pada protokol kesehatan tergantung keyakinan subyektifnya. Yang tidak patuh menilai, bahwa dirinya kuat dan tidak akan terkena penyakit itu.

Baca Juga: BMW 320i E36, Harga Sebanding dengan Kenyamanan Meskipun Usia Tak Muda

"Ini memang problem, kalau orang tidak takut ya tidak akan patuh pada protokol kesehatan. Tapi jangan sekali-kali memberikan hukuman sebagai punishment, karena itu membuat rakyat takut dan marah. Ini justru berbahaya karena bisa menurunkan imun dan tingkat kepercayaan publik pada pemerintah," ucapnya.

Halaman:

Editor: Heru Fajar


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X