Senjata Sniper Rusia Terbaru Bisa Lenyapkan Musuh pada Jarak 2,5 Km

- 16 Juli 2020, 19:30 WIB
Ilustrasi senjata Sniper Orsis. / Dok


SEMARANGKU - Senapan atau senjata sniper Rusia kaliber besar besar ORSIS-CT20, yang dilengkapi dengan longsongan peluru CheyTac 0,375, akan dikirim untuk diuji pasukan khusus pada pertengahan 2020.
 
Menurut pembuatnya, Promtekhnologiya, ORSIS-CT20 dan senapan lainnya dalam barisannya mencakup seluruh spektrum tugas penegakan hukum, memungkinkan operator untuk membidik target hingga 2,5 km jauhnya.
 
Senjata-senjata buatan perusahaan saat ini digunakan oleh Garda Nasional Rusia, dan ORSIS-CT20 tipe baru sedang dipersiapkan untuk pengujian pertempuran.
 
 
Promtekhnologiya adalah salah satu produsen senjata dan aksesoris sniper terbesar di Rusia. Pernyataan tentang tes militer merupakan jawaban langsung terhadap Lobaev Arms, pesaingnya, yang sedang mempersiapkan untuk menguji senapan DXL-5, yang secara teoritis setidaknya memiliki jangkauan 7 km.

ORSIS-CT20 dirancang untuk longsongan peluru 0.375 CheyTac, yang kurang kuat daripada amunisi DXL-5 tetapi lebih akurat. Ini juga memberikan lebih banyak energi kinetik pada rentang yang ekstrim.

ORSIS-CT20 baru terbuat dari aluminium seperti yang digunakan dalam pesawat terbang dengan laras presisi sekitar 0,002 mm. Sederhananya, penyimpangan (jalur) peluru saat ditembakkan sangat minim. Si penembak tak perlu bersusah payah menentukan jangkauannya. Peluru akan langsung melesat ke arah mana pun yang Anda inginka, " kata sebuah sumber di kompleks industri militer Rusia kepada Russia Beyond.
 

Dalam kata lain, senjata Promtekhnologiya baik untuk semua kondisi, mulai dari Sahara yang terik hingga Arktik yang mengerikan.
 
“Kondisi cuaca tidak banyak berpengaruh pada senjata. Anda bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut baik itu di +45 ° C atau -45 ° C, "tambahnya.
 
Menurut sumber Russia Beyond, perbedaan utama antara ORSIS-CT20 dan senapan lainnya adalah bahwa yang pertama memungkinkan penembak beroperasi dengan nyaman dan aman pada jarak lebih dari 2,5 km.
 
 
“Rekor dunia saat ini untuk menghancurkan militan pada jarak jauh adalah milik penembak jitu Inggris di Afghanistan - 2,475 m. Seperti yang Anda pahami, sepuluh tahun yang lalu jarak semacam itu dianggap mengada-ada.  Hari ini, ORSIS-CT20 diciptakan untuk membuat hal semacam itu menjadi umum,” tambah ahli tersebut. ***

Editor: Heru Fajar

Sumber: Russia Beyond


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X