Pemenang Desain Masjid Agung (MAJT) Magelang Arsitek Asal Bandung

- 29 Mei 2020, 23:16 WIB
Desain Bentuk MAJT Magelang yang dimenangkan oleh arsitek asal Bandung Ade Yuridianto. / Istimewa

SEMARANGKU - Setelah melalui proses panjang dan perdebatan alot dari para dewan juri, sayembara design Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Magelang akhirnya menemukan pemenang. Adalah Ade Yuridianto, arsitek asal Bandung dengan kode design MAJT 012 menjadi pemenangnya.

Design masjid dengan atap berbentuk Tajug yang melengung ke belakang itu berhasil menarik perhatian dewan juri. Ade berhasil unggul atas dua calon pemenang lain, yakni MAJT 082 asal Malang dengan arsitek atap gunungan (juara 2) dan design MAJt 062 dari Jogjakarta dengan design atap joglo terbelah (juara 3).

"Masing-masing finalis memiliki kelebihan dan kekurangan, tapi penilaian tetap mengacu pada indikator tata bangunan Islami, tata ruang Islami, inovasi bentuk, respect terhadap green architecture, kewajaran konstruksi dan interior Islami," kata ketua tim juri sayembara MAJT Magelang, Prof Totok Roesmanto dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Peduli Tenaga Medis, 14 Paguyuban AHASS di Jawa Tengah Berbagi Alat Pelindung Diri

Guru besar arsitekt Undip Semarang ini mengatakan, dewan juri cukup alot dalam penentuaan pemenang. Mulai penentuan 6 besar, 3 besar hingga penentuan juara 1,2 dan 3.

"Kami berdebat alot untuk penentuan itu, akhirnya disepakati design MAJT 012 adalah pemenangnya," terangnya.

Dari segi keindahan dan fungsi, hampir semua karya menyajikan keunggulan yang sama. Namun yang menarik dewan juri memilih design dari Ade adalah bentuk atap Tajug yang melengkung ke belakang.

"Menurut kami, itu inovasi bentuk atap masjid Jawa. Bentuk itu mengembangkan bangunan dasar perinadatan di Jawa beratap Tajug. Kalau biasanya lincip ke atas, design itu baru karena ditarik ke belakang dan puncaknya agak ke belakang. Ini hal baru dalam bentuk tempat peribadatan di Jawa, namun orang melihat sekilas saja sudah tahu kalau itu masjid," terangnya.

Baca Juga: Kejuaraan Dunia MXGP Tidak Mungkin Tanpa Penonton, Ini Sebabnya..!

Halaman:

Editor: Heru Fajar


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X