Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Cek Langsung Pos Penyekatan Larangan Mudik 2021 Pintu Tol Kalikangkung

- 4 Mei 2021, 17:15 WIB
Ganjar Pranowo saat lakukan inspeksi dibeberapa jalan tol baik Pejagan , Kalikangkung dan Brebes
Ganjar Pranowo saat lakukan inspeksi dibeberapa jalan tol baik Pejagan , Kalikangkung dan Brebes /Dok Humas Prov Jateng
 
SEMARANGKU - Gubernur Jateng  Ganjar Pranowo melakukan pengecekan posko penyekatan larangan mudik 2021 di pintu tol Kalikangkung, Selasa 4 Mei 2021.
 
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi penyekatan arus mudik lebaran 2021. 
 
Salah satu lokasi penyekatan arus mudik 2021 yang dipantau oleh Ganjar adalah gerbang tol Kalikangkung Kota Semarang.
 
Di lokasi tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek kesiapan petugas dalam mengantisipasi adanya pemudik yang masuk ke Jawa Tengah. 
 
 
Dari laporan petugas di lapangan, sampai dengan Senin 3 Mei 2021 kemarin, sudah ada 3.800 pemudik dari luar yang sudah masuk ke Jateng.
 
"Dugaan saya malam ini dan besok akan jadi puncaknya. Maka ini saya lakukan pengecekan untuk memastikan persiapan menjelang tanggal 6 Mei nanti," tutur Ganjar.
 
Kesiapan petugas dalam mengantisipasi pemudik diperlukan sebab, pemerintah sudah mengeluarkan aturan tentang larangan mudik pada lebaran tahun ini.
 
Ganjar menerangkan, meskipun  pemerintah telah melarang masyarakat untuk mudik, namun masih tetap ada pemudik yang nekat. 
 
Sejumlah persiapan dicek langsung secara detil oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 
 
 
Diantaranya kesiapan petugas, kesiapan sarana posko penyekatan dan juga posko rapid antigen yang disiapkan untuk screening bagi para pengguna jalan.
 
"Tolong dipastikan semuanya siap. Kalau ada yang mencurigakan, langsung dibawa ke sini dan dites," kata Ganjar pada petugas.
 
Ganjar juga meminta kepada  masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudik pada lebaran tahun ini. 
 
"Kalaulah harus meninggalkan tempat, tolong pastikan persyaratannya dilengkapi. Kalau tidak penting, lebih baik tinggal di rumah masing-masing. Sebab kemarin kita masih temukan ada banyak yang nekat, menerobos dan justru membahayakan keluarga di rumah," jelas Ganjar.
 
Ia mencontohkan kasus pemudik yang menyebabkan klaster di Kabupaten Pati. 
 
Akibat satu orang yang nekat mudik dan merasa tidak apa-apa, puluhan orang justru dinyatakan positif Covid-19.
 
"Sudah banyak contohnya, jadi saya minta masyarakat bersabar. Kita tahu, kalau dari kerumunan yang muncul setiap libur panjang, maka pasti kasus melonjak tinggi. Maka saya minta dukungan masyarakat untuk tidak mudik dulu," tegasnya.
 
 
Aturan larangan yang telah dibuat oleh  pemerintah, guna pencegahan penyebaran Covid-19 diharapkan dapat ditaati demi kebaikan bersama.
 
Selain itu, Ganjar juga memerintahkan kepada petugas keamanan agar jalur-jalur tikus di Kabupaten/Kota juga  dilakukan penjagaan dengan ketat.
 
Ganjar juga meminta kepada seluruh Bupati/Wali Kota di wilayahnya untuk melakukan sosialisasi pada para  warganya. 
 
"Arah Jakarta-Semarang via tol kita screening di Pejagan dan Kalikangkung. Selain itu, ada 14 jalur tikus di Provinsi yang kita siapkan dan juga 17 titik jalur-jalur Kabupaten/Kota. Bupati/Wali Kota kami harapkan kontrolnya makin ketat dari tanggal 6-17 nanti," tambah Ganjar.
 
Sementara itu, Kepala Pos Pam Kalikangkung, AKP Wahono mengatakan bahwa pihaknya telah menyuruh putar balik satu mobil berpenumpang yang datang dari Banten. 
 
 
Selain tidak dapat menunjukkan surat-surat secara lengkap, semua penumpang di mobil tersebut juga  tidak patuh protokol kesehatan.
 
"Semuanya tidak pakai masker, dan suhu tubuh juga ada yang lebih dari 37 derajat. Langsung kita putar arah, dan tidak mungkin bisa masuk karena di jalur-jalur tikus juga sudah dijaga," katanya.
 
AKP Wahono menerangkan, sampai hari ini tidak ada peningkatan berarti arus kendaraan yang masuk ke Jateng
 
Volume kendaraan dari Jakarta masih terpantau berjalan normal di angka 5600 kendaraan perhari.
 
"Memang ada sedikit peningkatan hari kemarin, tapi tidak signifikan. Yakni di angka 7000 an kendaraan. Sampai saat ini masih normal, tidak ada peningkatan volume kendaraan," pungkasnya.***

Editor: Heru Fajar


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X