Cek Peningkatan Jalan Semarang-Godong, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Soroti Pembangunan Selokan 

- 21 April 2021, 04:30 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Soroti Pembangunan Selokan jalan Semarang Godong
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Soroti Pembangunan Selokan jalan Semarang Godong /Dok Humas Prov Jateng
 
SEMARANGKU - Proyek peningkatan Jalan Semarang-Godong tepatnya di Karangawen Demak menyita perhatian Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. 
 
Dalam perjalanan menuju Grobogan untuk kegiatan dinas, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghentikan mobilnya untuk mengecek pembangunan peningkatan jalan Semarang-Godong tersebut.
 
Saat mengecek pembangunan peningkatan jalan tersebut, yang menjadi perhatian Ganjar adalah selokan
 
"Ini kok tidak ada selokannya, nanti air ke jalan, kan jalannya rusak lagi," tanya Ganjar kepada Kadinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Hanung Triyono. 
 
Ditanya oleh orang nomer satu di Jateng itu, Kadinas PUBMCK Hanung Triyono mengatakan bahwa di seberang jalan sudah ada selokan
 
 
 
 
 
Mendengar jawaban tersebut, Ganjar pun langsung menuju ke sisi seberang jalan yang ditunjukkan oleh Hanung Triyono untuk melihat kondisi selokan.
 
Ternyata, Ganjar melihat kondisi selokan tersebut yang dinilainya tidak berfungsi secara optimal. 
Sedimentasi cukup tinggi dan di atas selokan banyak berdiri bangunan warga. 
 
Akibatnya, hampir sebagian besar bagian atas selokan ditutup dengan dicor untuk keperluan parkir atau jembatan menuju rumah warga. 
 
"Coba dilihat, ini kan tidak optimal. Ini kalau atasnya dicor seperti ini, kalau mampet mau membersihkan kan sulit," tegasnya.
 
Ia meminta kepada Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Hanung Triyono untuk selalu mempertimbangkan selokan setiap melakukan perbaikan jalan.
 
Ganjar meminta Hanung untuk menyelesaikan persoalan selokan tersebut. 
Menurutnya, jika memang harus ditutup, maka penutupan selokan tidak boleh permanen.
 
 
 
 
"Coba dicari ahlinya, bagaimana bisa menyelesaikan persoalan ini. Sambil terus edukasi warga," ucap Ganjar.
 
Ganjar juga mengatakan akan mengajak bicara Bupati/Wali Kota terkait hal ini. 
Ia meminta ada aturan khusus terkait penanganan saluran.
 
"Nanti saya juga akan komunikasi dengan Bupati/Wali Kota untuk membuat aturan terkait saluran air ini. Syaratnya apa yang harus ada jika akan menutup saluran air, apakah harus ada yang bisa dibuka dan sebagainya. Ini harus dilakukan karena tekanan global dari cuaca ini sangat luar biasa," tutupnya.***
 

Editor: Heru Fajar


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X