Ini Kegiatan Mantan Teroris asal Semarang Pengikut Noordin M Top Sering Ketemu Ganjar Pranowo

- 4 Maret 2021, 18:15 WIB
Ganjar Pranowo (kanan) bersama eks-napiter mantan anak buah Noordin M Top (kiri). /Dok Hums Pemprov Jateng

SEMARANGKU - Machmudi Hariono alias Yusuf mantan teroris asal Semarang yang telah selesai menjalani hukuman penjara dia anak buah Noordin M Top.

Pengikut Noordin M Top ini ditangkap karena terbukti menyimpan bahan peledak seberat hampir 1 ton kini sering bersua Ganjar Pranowo.

Setelah keluar dari penjara, Yusuf tidak hanya menjauhi masa lalunya sebagai mantan teroris namun ia juga turut mencerdaskan masyarakat di sekitarnya untuk menjauhi terorisme.
 
 
Ia juga mendirikan Yayasan Persadani yang membantu mantan teroris lain untuk memperbaiki diri.
 
Mantan teroris yang telah menjalani hukuman penjara selama 10 tahun ini ingin kembali ke Semarang Barat. Di kampung halamannya ini, Yusuf memulai hidup baru dengan berternak ikan lele sambil mengakrabkan diri dengan masyarakat yang dulu was-was terhadapnya.
 
"Saya dulu ditangkap di daerah sini. Saat itu masyarakat juga gempar. Hari ini saya kembali ke sini dan menjadi warga sini sekaligus bertanggungjawab memulihkan rasa was-was di tengah masyarakat. Ini sebagai tanggung jawab moral saya pribadi," ujar Yusuf pada Kamis, 4 Maret 2021.
 
 
Yusuf sengaja mencari nafkah dengan berternak lele. Ia membuat beberapa kolam di halaman depan rumahnya. Dengan berternak lele di depan rumahnya, masyarakat kini dapat lebih mudah menyapanya.
 
"Ternak lele ini salah satu cara saya memudahkan berkomunikasi dengan warga," ujar Yusuf.

Tidak hanya disapa oleh tetangga sekitar, mantan teroris yang sudah bertaubat ini juga sering menjadi tempat bertanya tentang terorisme dan radikalisme.

 
 
"Kalau bertemu di warung sambil lesehan ada yang tanya soal itu, saya jelaskan pelan-pelan. Intinya jangan sampai masyarakat terbawa pada image dan praduga mereka. Saya berikan titik terang untuk memahami," papar Yusuf.
 
Yusuf, mantan teroris yang kini beternak lele ini mengaku siapapun dapat terpengaruh paham radikalisme dan terorisme sehingga ia rutin menerangkan kepada masyarakat untuk mencegah diri terpengaruh radikalisme.***
 

Editor: Heru Fajar


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X