Terungkap Reformasi Terselubung di Dalam Sistem Pendidikan di Indonesia

- 30 Juli 2020, 20:30 WIB
Menteri Pendidikan RI, Nadiem Makarim. /Kemdikbud RI

SEMARANGKU - Kebijakan pemerintah yang diterapkan sejak tahun 2017 tentang sistem zonasi bertujuan untuk menghapus diskriminasi. Ini biasanya terjadi terhadap siswa dari keluarga ekonomi rendah khususnya di wilayah perkotaan.

Sistem ini ternyata bisa bekerja dengan maksimal setelah diterapkannya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online baru-baru ini.

Dengan PPDB zonasi maka anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu kini bisa masuk ke sekolah-sekolah negeri.

Baca Juga: PPDB Selesai, Ganjar Pranowo Ingatkan Kepala Sekolah Tak Lakukan Pungutan Liar

Baca Juga: Kabar Baik, Sekolah Akan Segera Dibuka, Ganjar Pranowo Perintahkan Siapkan Skenario Tatap Muka

Menurut Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Nadiem Makarim, PPDB secara zonasi tersebut menghilangkan diskriminasi yang terjadi selama ini, di mana murid-murid sekolah negeri didominasi oleh murid-murid yang berasal dari kelompok anak orang berada.

Sementara itu siswa dari keluarga kurang mampu tidak mampu mengakses bimbel sehingga berdampak kepada nilai Ujian Nasional.

Akibatnya, siswa dari keluarga ekonomi rendah tak bisa masuk sekolah negeri dan akhirnya bersekolah di swasta dengan biaya SPP lebih mahal dari sekolah negeri.

Baca Juga: Galang Hendra Siap Turun Balap WSBK Seri 2 Minggu Ini di Jerez Spanyol

Halaman:

Editor: Heru Fajar


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X