Kapal Militer Indonesia Tidak Sebanding Dengan Luas Lautannya

- 29 Mei 2020, 00:32 WIB
Kapal perang TNI AL sedang melakukan latihan perang di laut Jawa /ANTARA Bowo Sucipto

Semarangku - Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan tentunya memiliki luas lautan cukup besar dibandingkan negara lain.

Luas lautan Indonesia yang hampir 6 juta km2 ini menjadikan negara Indonesia salah satu yang terbesar di dunia. Maka tak heran jika pencurian ikan maupun kegiatan ilegal lainnya banyak dilakukan di kawasan yang jarang terpantau.

Dengan adanya hal ini maka pertimbangan untuk menjaga kedaulatan negara khususnya di wilayah lautan sudah menjadi prioritas utama. Tak hanya kapal laut saja yang berpatroli namun juga pesawat-pesawat yang dimiliki oleh Indonesia harus menyisir setiap titik-titik terluar perbatasan.

Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), lautan non zona ekonomi eksklusif (ZEE) 3,25 juta km2. Sedangkan lautan ZEE seluas 2,55 juta km2. Sementara, luas daratan hanya 2,01 juta km2. Yang terbagi dalam 17.499 buah pulau besar dan kecil.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Portal Jember dengan Judul:  Indonesia Memiliki Lautan Hampir 6 Juta Km2, TNI AL Hanya Memiliki 221 Kapal Perang

Luas daratan lebih kecil dari luas lautan dan dengan luas perairan sebesar itu, sudah pasti jika Indonesia disebut sebagai negara maritim. Tetapi, ironisnya adalah kekuatan TNI Angkatan Laut (AL) untuk menjaga kedaulatan maritim RI sangat minim dan masih terbatas.

Merujuk data Global Fire Power, lembaga analisis pertahanan dan militer, pada 2019 jumlah armada TNI AL berjumlah 221 kapal perang yang terdiri dari berbagai jenis.

TNI memiliki kapal perang jenis fregat 8 unit, jenis korvet 24 unit, kapal selam 5 unit, kapal patroli 139 unit, dan kapal penyapu ranjau 11 unit.

Dengan area lautan yang harus dijaga sangat luas, tidak heran bila persoalan pelanggaran batas lautan dan pencurian ikan (illegal fishing) marak terjadi. Setahun lalu Menteri Kelautan, Susi Puji Astuti menjadi motor utama dalam pembarantasan ilegal fishing dan hasilnya memang mengejutkan. Pencurian secara masif dan besar-besaran yang dilakukan oleh nelayan negara lain marak terjadi di Indonesia bagian timur khususnya.  

Halaman:

Editor: Heru Fajar

Sumber: Portal Jember


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X