Ilmuwan Tiongkok Ditangkap di Amerika, Bisa Dianggap Mata-Mata Karena Pernah Jadi Anggota Militer

- 3 Agustus 2020, 18:00 WIB
Juan Tang yang dianggap mata-mata Tiongkok / CBS /

SEMARANGKU - Seorang ilmuwan Tiongkok dituduh melakukan penipuan visa setelah pihak berwenang AS mengatakan dia menyembunyikan ikatan dinas militernya. Dia juga bisa dianggap sebagai mata-mata karena pernah masuk dalam tentara Tiongkok atau PLA.

Dokumen pengadilan menunjukkan dia ditangkap setelah meninggalkan konsulat China di San Francisco untuk mencari perawatan medis untuk asma-nya. Namanya Juan Tang, yang memiliki gelar doktor dalam biologi seluler.

Dia memasuki Amerika Serikat pada 27 Desember 2019, untuk bekerja di University of California sebut Davis sebagai peneliti tamu di Departemen Onkologi Radiasi, Alexandra Negin, asisten pembela publik federal, mengatakan dalam permintaan pengajuan pada hari Rabu meminta pengadilan untuk pembebasannya dengan jaminan.

Baca Juga: Netizen Anggap Anji Sudah Pernah Diberi Nasehat Ariel Noah, Begini Nasehatnya

Baca Juga: Heboh Soal Boneka BTS Tiny TAN, Boneka Karakter BTS dengan Bentuk Lucu dan Menggemaskan

Sidang yang dijadwalkan pada hari jumat adalah untuk mendengarkan tentang apakah Tang, 37, harus dibebaskan dengan jaminan. Dia ditahan di penjara Sacramento County atas nama otoritas federal setelah penangkapannya minggu lalu.

Tang dan tiga ilmuwan lain yang tinggal di AS, menghadapi tuduhan berbohong tentang status mereka sebagai anggota Tentara Pembebasan Rakyat China. Semuanya dituduh melakukan penipuan visa, kata Departemen Kehakiman.

Tang adalah yang terakhir dari empat orang yang ditangkap setelah Departemen Kehakiman menuduh konsulat Tiongkok di San Francisco menyembunyikan buronan.
Negin mengatakan Tang pergi ke konsulat untuk mencari bantuan dan tetap di sana setelah agen FBI menginterogasinya di apartemennya di Davis pada 20 Juni dan mengeksekusi surat perintah penggeledahan, mengambil paspor dan visanya.

Baca Juga: Kecewa Atas Sikap Klub, Antonio Conte Akan Tinggalkan Inter Milan

Halaman:

Editor: Heru Fajar

Sumber: Mainichi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X