Lembaga Riset Internasional: Negara Miskin Sulit Pulih Karena Distribusi Vaksin Tak Merata

- 18 Februari 2021, 08:19 WIB
ILUSTRASI Masa pandemi /Pixabay/Tumisu

SEMARANGKU - Lembaga penelitian internasional Economist Intelligence Unit memperkirakan negara miskin sulit capai pemulihan bahkan pada 2023, seiring dengan persoalan distribusi vaksin yang tidak merata.

Merujuk pada laporan Economist Intelligence Unit (EIU), negara-negara kaya dengan akses vaksin yang teruji seperti Amerika, Inggris, dan sebagian besar Uni Eropa akan berhasil menginokulasi warga mereka yang paling rentan pada pertengahan Maret 2021.

Terkait distribusi vaksin, laporan Economist Intelligence Unit juga menyebut negara berpenghasilan menengah diprediksi tidak akan mampu melakukan hal yang sama hingga akhir 2022.

Baca Juga: Bocoran Ikatan Cinta Malam Ini, Aldebaran Curiga Nindi Adalah Anak Roy, Andin Beri Penjelasan Ini

Baca Juga: Ikatan Cinta Hari Ini 18 Februari 2021: Tanpa Diminta, Andin Ungkap Kebenaran Soal Nindi

Lembaga riset internasional perkirakan negara miskin sulit pulih karena pembagian vaksin tidak merata

Rusia menjadi satu-satunya pengecualian karena vaksin Sputnik V diproduksi di dalam negeri.

Di sisi lain, China dan India pun memproduksi vaksin secara mandiri. Akan tetapi, proses inokulasi akan terhalang jumlah populasi yang begitu besar.

Baca Juga: Jadwal Acara ANTV Hari Ini Kamis 18 Februari 2021, Ada Lanjutan Episode Radha Krishna-Krishna Arjun Gatha

Halaman:

Editor: Risco Ferdian

Sumber: The Economist


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X