Gempa 7,3 Skala Ritcher Melanda Fukushima, Deretan Gempa ini Juga Pernah Terjadi di Jepang

- 17 Februari 2021, 16:45 WIB
Dinding yang runtuh di Kunimi, Prefektur Fukushima, Jepang pada Minggu, 14 Februari 2021. /Kyodo via Reuters

SEMARANGKU - Gempa berkekuatan 7,3 skala ritcher melanda Fukushima, Jepang pada Sabtu, 13 Februari 2021.

Gempa Fukushima terjadi pada pukul 23.08 waktu Jepang dengan kedalaman 60 km dari Samudra Pasifik.
 
Saluran NHK, televisi lokal Jepang melaporkan terdapat korban luka sebanyak 104 orang namun tidak ada korban jiwa di gempa yang melanda Fukushima tersebut.
 
 
 
Selain mengakibatkan rusaknya 950.000 rumah penduduk di Fukushima, gempa juga berdampak pada pemadaman listrik di Tokyo.
 
Kendati terjadi di laut, gempa Fukushima dinyatakan tidak berpotensi tsunami sebab kedalaman hiposenternya mendekati menengah (intermediate).
 
Gempa Fukushima adalah yang kesekian di Jepang, mengingat Jepang merupakan negara yang rentan terkena gempa.
 
 
 
Dilansir dari laman Earth Sky, selain gempa Fukushima tempo hari, deretan gempa lainnya juga pernah melanda Jepang.
 
Hal tersebut disebabkan posisi Jepang yang berada pada 'cincin api', yaitu kawasan yang mengelililing Samudra Pasifik dengan potensi 90% gempa dan 80% di antaranya adalah gempa terbesar.
 
Sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters, gempa berkekuatan 6 magnitudo atau lebih kerap terjadi di area 'cincin api'. Masyarakat Jepang dapat merasakan gempa sebanyak 2000 kali dalam setahun.
 
 
 
Sementara itu United States Geological Survey (USGS) melaporkan bahwa gempa berkekuatan besar yang melanda Jepang selain destruktif juga mematikan.
 
Sejak tahun 1900, terdapat sembilan gempa di Jepang yang memicu 1.000 kerusakan, terbanyak dari total 200.000 gempa yang mematikan.
 
Pada 1923, gempa yang terjadi di Kanto turut mengguncang Yokohama dan Tokyo.
Saat itu Yokohama dihuni 500.000 jiwa sedangkan Tokyo berpenduduk sebanyak 2,1 juta jiwa.
 
 
 
Adapun total korban jiwa dalam gempa Kanto tersebut yaitu sebanyak 142.000.
 
Gempa juga memicu kebakaran yang mengakibatkan rusaknya 90% bangunan di Yokohama dan 40% bangunan di Tokyo.
 
Sementara itu pada Januari 1995, gempa yang terjadi dekat Kota Kobe menewaskan 5000 penduduk dari total populasi 1,5 juta jiwa. Adapun gempa terbesar dalam sejarah Jepang terjadi pada 2011 silam.
 
 
 
Gempa berkekuatan 9 skala ritcher yang melanda Tohoku turut menimbulkan tsunami dengan total kerusakan fasilitas sebanyak 20.000.
 
Adapun jumlah korban jiwa dalam tsunami tersebut sebagaimana dilaporkan Japanese National Police Agency (JNPA), yaitu sebanyak 15.269 tewas dan 8.526 lainnya hilang di enam perfektur. 
 
Gempa di Tohoku menyebabkan bocornya reaktor nuklir akibat rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima.
 
 
 
Gempa berkekuatan 7,3 skala ritcher yang melanda Fukushima dikabarkan berdekatan dengan lokasi tsunami.
 
Kendati memori terkait tsunami menimbulkan kekhawatiran masyarakat, pemerintah Jepang menyampaikan bahwa reaktor nuklir Fukushima aman pasca gempa Sabtu silam. ***

Editor: Heru Fajar

Sumber: earthsky.org


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X