20.000 Tentara Amankan Ibukota AS Washington DC Cegah Kekerasan Jelang Pelantikan Joe Biden

- 14 Januari 2021, 18:28 WIB
ilustrasi tentara Amerika Serikat /Pexels/Pixabay

SEMARANGKU - Sebanyak 20.000 pasukan Tentara dikerahkan ke ibukota Amerika Serikat (AS), Kota Washington District of Columbia (DC) guna mengamankan bangunan penting di sana pada Kamis, 14 Januari 2021, menjelang hari pelantikan Presiden terpilih AS, Joe Biden.

Dilansir dari The Guardian, jumlah 20.000 pasukan Tentara ini belum final karena akan ada lebih banyak pasukan National Guard yang diterjunkan mengamankan Kota Washington, Amerika Serikat selama 24 jam hingga pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS periode mendatang.

Beberapa dari Tentara yang ditugaskan berjaga di Kota Washington, Amerika Serikat terlihat tidur di lorong gedung dan di bawah patung George Washington untuk beristirahat.

Baca Juga: Banjir Merendam Tapin Kalsel, 1.492 Warga Dievakuasi Tim Gabungan

Baca Juga: Ganjar Pranowo Akui Akrab dengan Syekh Ali Jaber Gara-gara Tiket Pesawat, Ini Ceritanya!

National Guard yang dikerahkan AS ini sesuai dengan tuntutan Presiden AS Donald Trump kepada pendukungnya dan rakyat AS agar tidak ada lagi kekerasan dalam demonstrasi.

"Berdasarkan laporan akan ada lebih banyak demonstrasi, saya mendesak tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada pelanggaran hukum dan tidak boleh ada vandalisme dalam bentuk apa pun. Bukan itu yang saya perjuangkan dan bukan pula yang diperjuangkan Amerika," ungkap Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan resminya dari situs Gedung Putih (whitehouse.gov) pada Rabu 13 Januari malam hari.

National Guard yang biasanya tidak bersenjata, kali ini dilengkapi dengan senjata api, tameng anti huru hara, dan gas air mata. Mereka juga telah memasang pagar logam setinggi dua meter di berbagai gedung pemerintahan.

Baca Juga: Kai EXO Dikecam Karena Rayakan Ulang Tahun dengan Cara Ini Saat Gelombang Ketiga Covid-19 di Korsel

Halaman:

Editor: Risco Ferdian

Sumber: The Guardian


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X