Anggota DPD RI Asal Jateng Anggap Jateng Belum Siap New Normal

- 2 Juni 2020, 12:20 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Denty Eka Widi Pratiwi menganggap masyarakat Jateng belum siap New Normal. / Semarangku / Asriani

SEMARANGKU - Situasi menjelang New Normal merupakan hal yang mendebarkan. Dimana, posisi kurva paparan belum juga turun secara signifikan, sementara masyarakat diharuskan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Denty Eka Widi Pratiwi adalah yang mengkhawatirkan keadaan jika new normal diberlakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, masyarakat belum benar-benar siap untuk memenuhi aturan kesehatann secara ketat.

“Kita harus melihat ke belakang, menjelang Lebaran saja pusat perbelanjaan sudah sangat ramai orang berkerumun, padahal waktu itu aturan PSBB diberlakukan dengan ketat,” keluhnya.

Senator Denty, demikian dia biasa disapa, berharap pemerintah benar-benar mempersiapkan dengan matang aturan keleluasaan dalam New Normal tersebut. Pasalnya, selain riskan bagi masyarakat, layanan kesehatan juga harus semakin meningkatkan kesiagaan.

Baca Juga: Hadapi Gelombang PHK, Tantangan Bidang Ekonomi Pasca Pandemi

Denty juga menyoroti rencana pemerintah membuka aktivitas sekolah pada tahun ajaran baru Juli mendatang. Dia mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebelum akses pendidikan, ekonomi dan pemerintahan diaktifkan sebagaimana kondisi sebelum pandemi.

"Pemerintah harus memberikan panduan khusus dan aturan yang ketat sebelum aktivitas dijalankan. Evaluasi juga harus terus dijalankan," tukasnya.

Denty mengutip sejumlah pandangan dari pakar epidemologi, salah satunya pakar Universitas Indonesia Panji Riyono yang mengingatkan agar pemerintah melakukan evaluasi terlebih dahulu atas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah zona merah.

Baca Juga: Pria Yang Fotonya Viral Saat Kerusuhan Minta Maaf ke Rakyat Indonesia

Halaman:

Editor: Heru Fajar


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X